Laman

Selasa, 28 September 2010

Ditulis di web Citibank - Ubud Writers and Readers Festival

Made Iwan Darmawan was born in Bali. He worked for 13 years as a journalist, photographer and editor for the Bali Post. Iwan had started his education at the Medical Faculty of Udayana University (1987) and then at the Faculty of Film and Television at the Jakarta Art Institute (1992). His essays and short stories have been published in Jakarta-Jakarta, Humour Magazine, Voice of Reform, Koran Tempo, and Bali Post.

Two of his short stories, "Ritus Legong" and "Sulandri" won awards from Femina magazine. As a photographer, Iwan had a solo exhibition in 2000 with the theme “Bali with Other Words” and in 2003 with “Fighting with a Conscience”.  Iwan now works as a writing & photography trainer, and is a judge in photography competitions. His debut novel Ayu Manda was published in early 2010. Its haunting depiction of a female Balinese dancer's struggle against new esthetic, tourism, sexuality and the brutal aftermath of a failed communist's coup in mid-1960 has won the novel many praises.

Silahkan Klik :
http://ubudwritersfestival.com/writer/iwan-darmawan

Minggu, 19 September 2010

Tafsir Kebudayaan


Buku Tafsir Kebudayaan dan Negara Teater karya antropolog Clifford Geertz mampu memberi gambaran tentang Bali hingga ke akar akarnya. Tentunya ini dari perspektif antropolog barat, yang melihat Bali dari sisi luar.
Kebiasaan kebiasaan rakyat Bali dalam bersikap, baik terhadap dirinya, saudaranya dan lingkungannya tentu tidak bisa dilepaskan dari bangunan bangunan struktur sosial. Dari buku ini bisa dirunut, walau bagi kebanyakan orang meliihat Bali sebagai sebagai sebuah masyarakat yang homogen, namun sesungguhnya heterogen.

Sabtu, 18 September 2010

Sisi Gelap Pulau Dewata


Menulis novel adalah memberi pembaca kesempatan melihat masalah dari berbagai sisi. 
Buku Geoffrey Robinson terbitan LKiS ini menjadi sisi lain yang harus saya lihat dari Bali, karena banyak buku sebelumnya yang diterbitkan lebih menceritakan Bali sebagai bangunan struktur sosial kemasyarakatan yang ideal dan unik.
Banyak hal yang diceritakan dalam buku ini, tentang politik, intrik dan persaingan merebutkan kekuasaan membantu saya memperkuat bangunan karakter tokoh - tokoh dan karakter masyarakat Bali pada umumnya.
Selain itu buku ini memberi jawaban atas banyak sekali missing link atas sejarah Bali. Sehingga memperkuat saya dalam memahami Bali.

Kamis, 16 September 2010

Buku Kaja dan Kelod, tarian Bali dalam transisi

Buku tulisan Prof.Dr I Made Bandem dan Fredrik Eugene deBoer, adalah sangat penting dalam penulis Novel AYU MANDA karena berisi lengkap anatomi tarian Bali, konsep, filosofi sejarah dan visualnya.

Buku Penting Tari Bali

Dari buku ini, saya bisa memberikan para penari di novel Ayu Manda taksu/spirit yang sangat kental. Sehingga mereka benar benar bisa saya visualkan sebagai penari sesungguhnya, tepat dengan jamannya.
Prof.Dr Made Bandem, seorang penari dan mantan Rektor Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sekarang beliau menjadi Profesor di The College of the Holy Cross,
Massachusetts, USA.

NB: Terima Kasih untuk Marlowe Bandem atas hadiah buku ini. Sangat membantu saya merekonstruksi secara detail tari Bali dalam novel ini.

Rabu, 15 September 2010

Wanita Bali Tempo Doeloe

Edisi Pertama

Saat wanita Bali bertelanjang dada dijadikan postcard pariwisata tahun 1930-an. Sejumlah aktivis perempuan yang aktif dalam gerakan Poetri Bali Sadar marah dan protes atas upaya promosi yang merendahkan perempuan Bali. Bahkan, Ni Loeh Sami menulis artikel “Pintu dan Jendela Masih Tertutup” di majalah Tjatajoe, 25 Desember 1936.

Selasa, 14 September 2010

Istana Dewa Pulau Dewata


Istana Dewa Pulau Dewata, makna puri Bali abad ke 14-19. Buku yang ditulis Dr. Agus Aris Munandar ini telah menyelamatkan aku dari ketidaktahuan tentang sebuah puri. Banyak hal yang aku kira disebut A berfungsi sebagai B. Ternyata salah semua.

Senin, 13 September 2010

Walikota Denpasar Rai Mantra Luncurkan Novel Ayu Manda

Ini berita yang ditulis wartawan denpasarkota.go.id

Denpasar (denpasarkota.go.id), Denpasar, Kota Denpasar tidak memiliki sumber daya alam, hanya memiliki sumber daya manusia (SDM). Namun hanya SDM kreatif mampu bersaing untuk hidup dan maju. Demikian diungkapkan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat peluncuran Novel Ayu Manda karya I Made Iwan Darmawan di Gramedia Duta Plasa, Jumat Malam (9/4). Peluncuran Novel Ayu Manda ditandai dengan pembubuhan tanda oleh Walikota Denpasar dan I Made Iwan Darmawan. Bahkan sejumlah pengunjung di Gramedia membeli novel Ayu Manda serta meminta tanda tangan pada Walikota dan Iwan Darmawan.

Walikota Rai Mantra (kanan) menyalami Iwan Darmawan.