Laman

Rabu, 23 Desember 2009

Tokoh: Gusti Ayu Wimba

Gusti Ayu Wimba adalah musuh bebuyutan Ayu Manda. Keduanya bersaing, tidak saja dengan menunjukan kemampuan terbaiknya dalam menari Legong, tapi juga emosi dan keinginan menguasai yang lain lebih sering muncul di antara keduanya.
Wimba yang selalu tampil diam dan menarik diri, memiliki latar belakang keluarga yang misterius. Satu hari dirinya tahu bahwa ada hubungan rahasia antara dirinya dengan Ayu Manda. Hal tersebut menjadi patokan kemudian dalam menghadapi saingannya tersebut.

Jumat, 18 Desember 2009

Tokoh: Gusti Ngurah Amba

Gusti Ngurah Amba adalah Tetua Puri Munduk Sungkal, ayah Ayu Manda. Cita citanya, anak anaknya bisa jadi penari dan melalang buana membawa nama desanya. Caranya dia membiayai sebuah sekaa (sanggar) tari dan menyiapkan guru guru terbaik untuk melahirkan para penari Legong.

Sebagai pemimpin Gusti Ngurah Amba harus menjaga keharmonisan, kadang menjadi orang paling kasar, namun lain waktu dia adalah orang yang paling humanis. Dalam upayanya tersebut, termasuk menikahi hingga empat wanita untuk mendapatkan seorang putra mahkota bagi kewibawaan purinya.

Kamis, 17 Desember 2009

Surat dari Prof.Dr. I Made Bandem


Seperti halnya tari Legong Keraton yang sangat elastis, dinamis dan merupakan kristalisasi dari tarian Bali, novel Ayu Manda pun adalah sekelumit cerita yang penuh dramatik konten yang dikisahkan secara lugas, baik dan tidak bertele-tele. Melalui gubahan pena ini, Iwan Darmawan kian menegaskan kreatifitas dan eksplorasinya yang mendalam terhadap perjalanan kebudayaan Bali, yang telah ia lakoni juga selama ini secara sungguh-sungguh sebagai seorang jurnalis dan fotografer yang handal.

Rabu, 16 Desember 2009

“Read More” mentok. Tertunda 10 Bulan jadi Blogger

Sedikit menyela. Walau secara langsung tak berhubungan dengan proses kreatif penciptaan novel Ayu Manda. Namun soal pembuatan blog ini, telah menjadi pengalaman menarik buatku. Bagaimana tidak, aku perlu 10 bulan akhirnya untuk benar benar membuat blog.

Agung Bawantara, penulis buku “Jalan Jalan Bali”, temanku yang selalu baik budi terhadapku, mengajarinya. Cukup praktis caranya dan aku cukup cepat juga menyerap. Setelah itu, banyak ide dan macam blog yang ingin aku wujudkan. Namun saat urusan “read more” atau “baca selengkapnya” agar blog tidak kelihatan berpanjang panjang dengan tulisan. Dan tulisan bisa digulung, sehingga yang terlihat cuma judul dan dua tiga paragraf isinya. Aku mengurungkan diri menjadi blogger.

Selasa, 15 Desember 2009

Cerita Melahirkan Cerita

Sesungguhnya aku tidak tahu akan menulis novel apa lagi. Karena novelku tentang perdagangan ekstasi yang aku tulis tahun 95 tak berujung pada penerbit, alias ditolak.

Setelah bom meledak di Bali tahun 2002, saat aku sebulan penuh liputan di ground zero. Wartawan ya, fotografer juga ya dan meliputnya sejak 15 menit setelah ledakan. Aku memutuskan menulis cerita bersambung.

Dari Buku Buku menjadi Buku

Membuat novel, pertamanya aku pikir cuma perlu mengarang. membuat karakter, memilih setting, membuat plot, menambahkan kata kata indah. Sudah!

Namun bersama berlalunya waktu, ternyata aku merasa tidak yakin dengan karakter karakter yang aku ciptakan. Merasa tidak yakin apakah setting yang aku buat itu tepat, walau sesungguhnya aku tahu diriku sedang mengarang. Arti umumnya apapun boleh aku tulis.

Tokoh : Ayu Manda

Ayu Manda adalah tokoh utama dalam novel ini. Dia adalah anak perempuan keluarga bangsawan yang sejak kecil dididik dengan tata krama yang santun. Namun demikian sering timbul rasa ingin berontak, karena banyak hal yang ia rasa tidak benar.

Sebagai gadis bangsawan ia musti mengikuti tradisi mempelajari tari Legong. Tarian in pula yang membawanya berkeliling ke sejumlah negara di Eropa tahun 60-an. Sepulang dari Eropa, setelah menginjak dewasa ia menjadi penari Joged, yang merupakan tari pergaulan yang seksi dan eksoti..

Dalam urusan asmara, ia terjebak dengan cinta terlarang, dimana ia memutuskan untuk mencintai pemuda dari kasta rendah (sudra) dan ditentang keluarganya.

Menunggu Mimpi Berwujud

Ditulis hampir setahun, akhirnya novelku berjudul Ayu Manda akan diterbitkan oleh penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)awal Maret 2010.
Tentunya aku berharap novel ini bisa diterima para pembaca sebagai sebuah bahan perenungan maupun lebih mengerti tentang kehidupan di Bali.