Laman

Rabu, 15 September 2010

Wanita Bali Tempo Doeloe

Edisi Pertama

Saat wanita Bali bertelanjang dada dijadikan postcard pariwisata tahun 1930-an. Sejumlah aktivis perempuan yang aktif dalam gerakan Poetri Bali Sadar marah dan protes atas upaya promosi yang merendahkan perempuan Bali. Bahkan, Ni Loeh Sami menulis artikel “Pintu dan Jendela Masih Tertutup” di majalah Tjatajoe, 25 Desember 1936.
Inilah kutipannya : Tidak, tidak! Kami bersedia bekerja semungkin dapat, kami berjuang untuk mempertahankan kedudukan kami sebagai kaum ibu. Hanya sayang, kaum laki laki sebagian besar tiada memperdulikan kami. Kami masih dipandangnya sangat rendah, sehingga tiada patut dihiraukannya. Untuk contoh kerendahanya kamu kami, kaum ibu di Bali. Lihat bagaimana orang orang asing (touristen) memandang kami . Disana sini, di dalam, baik pun di luar kota tiada kurang kurang terdapat potret potret bangsa kami…yang telanjang bulat, dipertontonkan di muka ramai, dianggapnya boneka saja untuk menghiburkan hatinya.
Dimanakah letak kesalahannya yang sebenar-sebenarnya tentangan hal ini?


Penulis penulis wanita Bali terus menyampaikan pendapatnya, dari tahun ke tahun tentang segala sesuatu yang terjadi di jamannya. Semua itu bisa dibaca dalam buku yang ditulis Dr. Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana. Judul buku : Wanita Bali Tempo Doeloe perspektif masa kini – 2003.
Pemikiran cerdas wanita Bali sejak sebelum perang. Menjadi acuan dalam menulis novel, kenapa Ayu Manda cerdas dan kritis terhadap persoalan yang dihadapi dalam hidupnya. Bahkan ia juga menjawab soal postcard wanita Bali telanjang dada saat di London.

Darma Putra saat bicara tentang buku barunya di Unud.

Kawan Diskusi

Darma Putra salah satu sumber informasi tentang Bali yang secara intens saya kejar ilmunya. Darma Putra juga seorang jurnalis lepas yang bisa menjadi kawan yang akrab untuk mendiskusikan tentang Bali terkini dan masa depan, karena dia memiliki studi khusus tentang Bali masa lalu dari teks teks sastra dan media massa.

Darma Putra, dosen fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali ini menerbitkan ulang buku "Tonggak Baru Sastra Bali Modern,"
Semoga buku ini bisa memberi konstruksi lebih utuh tentang bagaimana Bali seutuhnya, yang bisa  bisa dilihat dari kencendrungan intelektual Bali lewat karya sastra yang telah ditemukan kembali oleh Darma Putra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar